Rabu, 12 Juni 2019

Ayah dan ibu beginilah Caranya

Sayang... mugkin sebelum kita menikah kamu sudah mengetahui bahkan aku akan menjadi pendamping hidupmu, dan aku juga memilih seorang yang mengerti untuk anak-anakku. Karna dalam keluarga tidak hanya ada sepasang suami istrinya saja, tetapi juga akan ada dan akan hadir anak-anak yang shaleh dan shaleha  sebagai penerus generasi. Dan kepada anak-anak kita akan memiliki harapan besar bahwa mereka akan memilih kehidupan yang lebih baik dan lebih shaleh dari kita karena ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab memberikan pendidikan yang terbaik untuk mereka sehinnga kita sebagai orang tua pun bisa memanen pahala terbesar. Penulis berharap kepada kita semua calon orang tua dan yang sudah menjadi orang tua agar melakukannya bersama-sama.
Sayang... mungkin kita sudah pernah membaca bahkan belajar tentang berbagai teori pendidikan untuk anak, dan bahkan itu tidak asing lagi bagi kita. Karena tori lahir dari pemikiran dan pengalaman serta penelitian yang berbeda- beda, dan masing teori tersebut mempunyai sisi yang berbeda pula, ada kekurang dan ada pula kelebihan dan kita yakin tidak semua teori atau pun seratus persen menerapkan teori tersebut kepada anak kita.karena setiap anak berbeda , dari orang tua yang berbeda, lahir berbeda dan di waktu yang berbeda serta di lingkungan yang berbeda mereka di besarkan ...
Namun demikian sebagai seorang muslim ada dua pedoman yang harus kita terapkan dalam mendidik anak-anak kita baik tentang ilmu dunianya maupun ilmu agama islam yaitu nya Al Quran dan Hadits Rasulullah.
Wahai ayah dan ibu coba kita baca ayat ini :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Tahrim:6)
Sayang ... ketika aku memilihmu sebagai ibu dari anak-anak kita maka disaat itu dan seterunya kamu adalah seorang wanita yang hadir yang selalu mengisi ruang hatiku. Dan ketika kita sudah memiliki anak-anak aku berharap bahwa dirimu bisa menjadi ibu yang di idamkan bagi anak-anak kita
Ada beberapa hal yang harus penulis sampaikan kepada penulis sendiri dan kita semua sebagai orang tua dan bahkan calon orang tua penulis berharap jangan tingan kan beberapa tips yang bisa kita lakukan dimana pun kita berada insyaallah ini sangat beguna bagi kita.
Pertama : Kelembutan
Di antara tabiat anak-anak adalah mereka mencintai orang tua yang lemah lembut kepada mereka, membantu mereka, dan yang perhatian kepada mereka, sebisa mungkin tanpa teriak dan amarah; bahkan dengan penuh hikmah dan kesabaran. Anak usia dini membutuhkan hiburan dan permainan; sebagaimana juga usia dini adalah usia yang tepat untuk menanamkan adab-adab dan pendidikan yang baik. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menyeimbangkan antara keduanya.Saat anak-anak mencintai orang tua yang penuh kelembutan, maka cintanya ini akan memotivasi mereka dengan kuat untuk menaati orang tuanya. Sebaliknya, tidak adanya kelembutan pada orang tua, bahkan adanya kekerasan, akan menyebabkan anak menjauh, yang pada gilirannya akan menyebabkan keras kepala dan ketidaktaatan, atau menyebabkan ketakutan yang akan menumbuhkan sifat dusta dan tipu daya pada diri anak kepada orang tua.
Kelembutan tidak berarti meniadakan hukuman pada saat diperlukan.Namun, perlu dicatat bahwa hukuman, ketika membesarkan anak-anak, harus digunakan secara bijak. Tidak benar jika anak selalu dihukum untuk setiap pelanggaran yang dilakukan. Hukuman diterapkan saat kelembutan tidak lagi berpengaruh, dan ketika nasehat, perintah dan larangan telah diabaikan.Kemudian, hukuman juga harus memberikan manfaat. Misalnya, Anda memiliki masalah pada kebiasaan anak-anak Anda menghabiskan waktu yang lama di depan televisi, maka Anda dapat membatasi program yang mereka tonton, yakni yang bermanfaat dan tidak membahayakan secara umum, dan bebas dari perkara mungkar sebisa mungkin. Jika mereka melampaui waktu tonton yang telah ditentukan, Anda dapat menghukum mereka dengan melarang mereka menonton televisi selama satu hari penuh. Suatu ketika mereka melanggar lagi, maka Anda dapat melarang mereka dari menonton televisi untuk jangka waktu yang lebih lama, sesuai dengan tujuan kebaikan yang hendak digapai dan manfaat dalam pendidikan adab dan budi pekerti.
Kedua: Memberikan contoh yang baik
Orang tua harus memiliki akhlaq yang baik terlebih dahulu, sebelum mengajari anaknya berakhlaq baik. Sebagai contoh, tidak tepat jika seorang ayah melarang anaknya merokok padahal dia sendiri merokok.Salah seorang ulama mengatakan kepada guru anak-anaknya, “Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mendidik keshalihan anak-anak saya adalah membuat diri Anda sendiri menjadi shalih. Karena kesalahan mereka adalah bentuk mencontoh dari kesalahan Anda; Hanya perbuatan baik saja yang harus Anda lakukan dan tinggalkanlah perbuatan yang jelek di hadapan mereka” (Tariikh Dimasyq, 38 / 271-272).
Ketiga: Menerapkan lingkungan yang baik.
Lingkungan yang baik adalah lingkungan di mana perbuatan baik dipuji dan pelakunya dimuliakan, sedangkan perbuatan buruk dan pelakunya dicela. Saat ini, lingkungan seperti ini sangat jarang kita temui. Namun, dengan usaha keras dan sungguh-sungguh secara fisik, psikologis dan finansial, insyaAllah kita mampu untuk membuatnya .
 Keempat :Jangan berbohong kepada anak
Ada masanya seorang anak akan rewel dan bahkan menangis. Kita tak mungkin membiarkan anak kita menangis berlama-lama. Kasihan. Kita pasti akan mencari cara untuk menghentikan tangisan anak kita atau menenangkannya. Semua cara patut dicoba.Namun jangan pernah kita memilih cara dengan berbohong kepada anak. Jangan pernah kita menjanjikan sesuatu kepada anak sementara kita tidak bersungguh-sungguh mewujudkannya.
Kamu pasti sudah tahu bahwa bohong atau dusta tidak dibolehkan dalam agama kita baik serius atau main-main. Karenanya sangatlah tidak terpuji jika ada orang tua menjanjikan sesuatu kepada anaknya lalu tidak menepatinya. Jika demikian yang terjadi, niscaya, di dalam jiwa sang anak tumbuh benih-benih rasa benci dan kurang hormat di dalam diri sang anak kepada orang tua yang demikian. Bahkan besar kemungkinan sang anak akan meniru untuk berbohong di lain masa.
Tentu saja, kita tak menginginkan anak-anak kita tumbuh dengan rasa benci kepada kedua orang tuanya, kita, dan menjadi anak pembohong. Karenanya jangan sampai kita berbohong kepada anak-anak kita.
Kelima : Jangan membentak atau berkata keras kepada anak.

Wahai ayah dan ibu dan dari anak-anak kalian, penulis  meyakini bahwa kamu sudah mengetahui kisah ini “Sesungguhnya baju yang kotor ini bisa dicuci dan dihilangkan kotorannya, namun siapa yang bisa menghilangkan kekeruhan jiwa seorang anak atas bentakan dan renggutan yang kasar yang telah dilakukan kepadanya.”
Karenanya, jangan pernah kita membentak atau berkata-kata dengan kasar atau dengan nada keras kepada anak-anak kita. Sebab atas dasar  tersebut dan penelitian para ilmuwan, sebuah bentakan atau kata kasar yang diucapkan kepada seorang anak akan menghancurkan 1 milyar sel otak sang anak. Jika bentakkan atau kasar sering diucapkan, maka akan semakin banyak sel otak yang dimiliki sang anak akan hancur.
Ayah dan ibu , kita tak menginginkan hal itu terjadi pada otak anak-anak kita. Karenanya, jangan pernah kita membentak atau berkata kasar kepad anak-anak kita. Tanpa bentakan dan kata-kata kasar atau bernada keras, insya Allah tumbuh kembang kecerdasan anak-anak kita akan lebih baik.
Keenam : Ciumlah dan peluklah.

Ayah dan ibu , bukan bentakan dan kata-kata kasar atau bernada keras yang kita berikan kepada anak-anak kita, tetapi yang harus kita berkan adalah ciuman, pelukan, belaian, pujian, dan ungkapan sayang. Jika semua itu kita berikan, maka sel-sel otak anak-anak kiita akan terangkai menjadi indah. Dan itu hal yang baik untuk tumbuh kembang kecerdasan mereka.

Ketujuh: Jadilah teman anak-anak kita.

Sayang, sebagai orang tua, kita adalah orang yang paling dekat dengan anak-anak kita. Terlebih lagi dirimu. Sebelum anak-anak kita mengenal siapa ayahnya, mereka sudah lebih dahulu mengenal dan berkomunikasi dengan dirimu. Karenanya kuberharap, ketika anak-anak kita tumbuh kamu tetap bisa membersama mereka.
Waktu mereka paling banyak adalah bersama ibunya. Bukan bersama ayahnya. Sebagai seorang ibu, kamu adalah orang yang pertama kali mengetahui tentang kemampuan baru setiap anak kita sebelum aku dan orang lain mengetahuinya. Satu hal terbaik yang mungkin bisa kita lakukan ketika menemani anak-anak kita di masa pertumbuhannya adalah bertingkah laku seperti mereka. Dengan begitu, ikatan hati dan jalinan rasa akan lebih kuat di antara kita dan anak-anak iita. Mungkin itu adalah bentuk nyata dari sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa, “Barangsiapa mempunyai anak kecil, hendaklah ia turut berlaku kekanak-kanakkan kepadanya.”


terimakasih telah membaca artikel ini ayah dan ibu beginilah caranya